Guru sebagai ujung tombak dalam penerapan kurikulum harus mempersiapkan diri, mengembangkan dan meningkatkan kompetensinya dalam menerapkan model pembelajaran inovatif. Guru sebagai fasilitator harus menyadari dirinya bukan lagi sebagai tokoh utama sumber belajar, melainkan orang yang mengatur dan memfasilitasi masuknya aliran pengetahuan kepada peserta didik.
Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengamati, menanya, mengeksplorasi, mengasosiasi dan mengkomunikasikan kompetensi yang harus dikuasai. Kompetensi yang disampaikan kepada peserta didik hendaklah materi pelajaran yang kontektual dan bermakna dalam kehidupannya. Oleh karena itu, hendaknya materi pembelajaran disampaikan dengan metode dan strategi pembelajaran yang menyenangkan agar pengetahuan tersebut mampu tersimpan lama. Terdapat berbagai model pembelajaran yang dapat diterapkan oleh guru untuk menumbuhkan minat, perhatian, bakat, dan kemampuan siswa dalam memahami materi pelajaran. Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan adalah model pembelajaran blended learning.
Pembelajaran secara daring merupakan salah satu pilihan yang paling banyak dilakukan dalam masa pandemic covid 19. Hal ini sebagai sebuah tantangan baru bagi pendidik bagaimana mengatur strategi, memilih model dan media pembelajaran untuk dapat memfasilitasi kegiatan belajar peserta didik. Model pembelajaran blended learning menggunakan sebagai salah satu strategi yang dapat digunakan untuk pelaksanaan kegiatan belajar di rumah. Blended learning merupakan strategi pembelajaran dan metode penyampaian yang mengoptimalkan pengalaman belajar bagi peserta didik yang dilakukan secara
sinkronus atau asinkronus dengan bantuan teknologi. Melalui blended learning dapat menciptakan lingkungan belajar yang positif untuk terjadinya interaksi antara sesama peserta didik, dan peserta didik dengan pendidiknya tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu.
Dalam prose pembelajaran guru dan siswa dapat menggunakan Sebuah portal pembelajaran yakni Rumah Belajar sebenarnya telah dikembangkan oleh Pustekkom (sekarang Pusdatin) dan Kemendikbud sejak Tahun 2011. Portal Rumah Belajar tersebut hadir agar pembelajaran berbasis TIK dapat dinikmati secara luas di seluruh Indonesia baik oleh guru, siswa maupun masyarakat umum. Portal Rumah Belajar sesuai dengan gaya belajar zaman now sebab beragam fitur dalam Rumah Belajar dapat diakses dengan mudah hanya dengan menggunakan laptop bahkan handphone android yang terhubung pada jaringan internet. Lalu bagaiman cara mengakses Rumah Belajar Kemdikbud? Ya, kamu dapat langsung klik di link belajar.kemdikbud.go.id
Fitur-fitur Rumah Belajar yang dapat dinikmati oleh pengguna sangatlah beragam yakni ; 1) Sumber belajar, 2) Kelas Maya, 3) Bank Soal, 4) Laboratorium Maya, 5) Peta Budaya, 6) Buku Sekolah Elektronik (BSE), 7) Wahana Jelajah Angkasa, 8) Karya Bahasa dan Sastra, 9) Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan, dan 10) Edugame. Beragam fitur-fitur tersebut dapat menjadi sarana e-learning dalam kelas, sarana informasi, komunikasi serta kolaborasi yang dapat didownload secara gratis tanpa harus berlangganan apapun.
Mengapa saya memilih pembelajaran blended learning?
Mengingat pandemi covid-19 belum berakhir, status zona di daerah tempat saya mengajar adalah status daerah yang dapat melakukan tatap muka belajar di sekolah, namun pembelajarannya harus mengikuti protokol kesehatan ( 3M; mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak) serta jumlah siswa yang belajar di kelas 50% (maksimal 16 siswa), sehingga siswa dalam satu kelas di bagi 2 kelompok yaitu shift A dan shift B, dan juga siswa belajar dari rumah (BDR) dikarenakan jumlah siswa dalam kelas di bagi dua shift.
Proses pembelajaran siswa saling bergantian di sekolah, sebagai contoh minggu pertama hari senin, selasa dan rabu siswa shift A belajar tatap muka di sekolah, sedangkan siswa shift B belajar dari rumah (BDR). Pada hari kamis, jumat dan sabtu siswa shift B yang belajar tatap muka di sekolah, sedangkah siswa shift A belajar dari rumah (BDR). Ini menjadi alasan mengapa model blended learning dilaksanakan.
Apa itu model Pembelajaran Blended Learning?
Model pembelajaran Blended learning adalah model pembelajaran yang mengkombinasikan pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran jarak jauh dengan memanfaatkan berbagai macam media dan teknologi. Disini saya memanfaatkan portal rumah belajar dalam proses pembelajaran.
Adapun sintak dalam model pembelajaran blended learning yaitu :
1. Seeking of information
2. Acqusition of information
3. Synthesizing of knowledge
1. Seeking of information atau pencarian informasi
Pencarian informasi dari berbagai sumber informasi yang tersedia secara online maupun offline dengan berdasarkan pada relevansi, validitas, reliabilitas konten dan kejelasan akademis.
Disini saya menggunakan fitur sumber belajar pada portal rumah belajar.
Peserta didik mengakses pembelajaran melalui LMS di fitur kelas maya SMP Negeri 6 Langsa pada portal rumah belajar.
2. Acquisition of information
Menemukan, memahami, serta mengkonfrontasikannya dengan ide atau gagasan yang telah ada dalam pikiran kemudian menginterprestasikan informasi/pengetahuan dari berbagai sumber yang tersedia, sampai mereka mampu mengkomunikasikan kembali dan menginterpretasikan ide-ide dan hasil interprestasinya menggunakan fasilitas online/offline.
Di sini, siswa mempresentasikan apa yang telah diperoleh dan menyampaikan ide-idenya.
3. Synthesizing of knowledge
mengkonstruksi/merekonstruksi pengetahuan melalui proses asimilasi dan akomodasi bertolak dari hasil analisis,diskusi dan perumusan kesimpulan dari informasi yang diperoleh.
Peserta didik mengerjakan latihan terkait materi, yang ada di bank soal di fitur Rumah Belajar. Mengumpulkan tugas yang telah dikerjakan
Berikut Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah saya buat dengan menerapkan memanfaatkan portal rumah belajar melalui model pembelajaran blended learning.
|
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) |
||||
|
Nama Sekolah |
SMP NEGERI 6 LANGSA BOARDING SCHOOL |
|||
|
Mata Pelajaran |
BAHASA INGGRIS |
|||
|
Kelas / Semester |
IX/Ganjil |
|||
|
Alokasi waktu |
4 Jp (2 x pertemuan) |
|||
|
|
Kompetensi Dasar (KD) |
Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) |
||
|
3.4 |
Membandingkan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan beberapa teks prosedur lisan dan tulis dengan memberi dan meminta informasi terkait resep makanan/minuman dan manual, pendek dan sederhana, sesuai dengan konteks penggunaannya. |
3.4.1 |
Membedakan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan teks prosedur lisan dan tulisan sangat pendek dan sederhana, dalam bentuk resep dan manual. |
|
|
3.4.2 |
Menangkap makna secara kontekstual terkait fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan teks prosedur lisan dan tulis sangat pendekdan sederhana, dalam bentuk resep dan manual. |
|||
|
3.4.2 |
Membandingkanfungsisosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan teks prosedur lisan dan tulisan sangat pendek dan sederhana, dalam bentuk resep dan manual. |
|||
|
|
4.4 |
Menangkap makna secara kontekstual terkait fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan teks prosedur lisan dan tulis sangat pendek dan sederhana, dalam bentuk resep dan manual. |
4.4.1 |
Menunjukkanfungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan teks prosedur lisan dan tulisan sangat pendek dan sederhana, dalam bentuk resep dan manual |
|
|
|
4.4.2 |
Menangkap makna secara kontekstual terkait fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan teks prosedur lisan dan tulis sangat pendek dan sederhana, dalam bentuk resep dan manual |
|
|
Tujuan Pembelajaran
|
Melalui metode pembelajaran blended learning, peserta didik dapat: 1. Mengidentifikasi fungsi sosial teks prosedur lisan dan tulis terkait resep makanan/minuman pendek dengantepat 2. Menentukan struktur teks prosedur lisan dan tulisterkait resep makanan/minuman pendek dengantepat 3. Menggunakan unsur kebahasaan teks prosedur lisan dan tulis terkait resep makanan/minuman pendek dengan tepat (imperative). 4. membuat teks prosedur sederhana | |||
|
materi pelajaran |
Teks Prosedur
|
|||
|
Metode Pembelajaran:
Model :
|
Saintifik
Blended Learning |
|||
|
Alat bahan dan media:
|
Laptop, Smartphone, Proyektor, Speaker Active
Fitur Rumah Belajar: Sumber Belajar, Bank Soal, Kelas Maya |
|||
|
KEGIATAN PEMBELAJARAN |
|||
|
Kegiatan |
Sintak |
Langkah-langkah kegiatan pembelajaran |
Keterangan |
|
Pertemuan I Pendahuluan
|
|
|
Daring |
|
Kegiatan inti |
Seeking of information |
Mengamati, Menanya
https://sumber.belajar.kemdikbud.go.id/#!/Content/Home/Details/68f7d3d730cb451991d9959c5f34d929
|
daring |
|
|
Aquisition of information |
Mengasosiasi, mengkomunikasi
1. Guru membagi kelompok diskusi, Siswa diminta berdiskusi dengan temannya melalui WA 2. Peserta didik berdiskusi mengenai materi 3. Peserta didik menentukan struktur teks prosedur dengan melengkapi tabel. 4. Peserta didik menentukan unsur kebahasaan teks, yaitu penggunaan katakerja dan kalimat imperative dalam teks prosedur.
|
|
|
|
Synthesizing of knowledge |
Mengeksplorasi, mengkomunikasi setiap perwakilan kelompok mengumpulkan hasil diskusi dengan memfoto hasil diskusi di WA
|
|
|
Penutup |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
KEGIATAN PEMBELAJARAN |
||||
|
Kegiatan |
Sintak |
Langkah-langkah kegiatan pembelajaran |
Keterangan |
|
|
Pertemuan 2 Pendahuluan
|
|
|
didik sertamenganjurkan mengikuti aturan pemerintah berkaitan dengan Covid 19.
Guru meriviu kembali materi yang sudah dipelajari sebelumnya tentang teks prosedur
|
Tatap muka (luring) |
|
Kegiatan inti |
Seeking of information |
|
Mengamati, menanya
https://sumber.belajar.kemdikbud.go.id/#!/Content/Home/Details/68f7d3d730cb451991d9959c5f34d929
|
Tatap muka (luring) |
|
|
Aquisition of information |
|
Mengasosiasi, mengkomunikasi
1. Guru membagi kelompok diskusi, Siswa diminta berdiskusi dengan teman sekelompoknya 2. Peserta didik mengakses pembelajaran melalui LMS di fitur kelas maya SMP Negeri 6 Langsa pada portal rumah belajar, 3. Peserta didik berdiskusi mengenai materi cara membuat teks prosedur sederhana 4. setiap perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas |
Tatap muka (luring) |
|
|
Synthesizing of knowledge |
|
Mengeksplorasi
|
Tatap muka (luring) |
|
Penutup |
|
|
Guru memberi penguatan tentang hal-hal yang sudah dipelajari, dan memberi kesimpulan, masukan serta feedback
|
Tatap muka (luring) |
|
Penilaian |
||
|
Pengetahuan |
Keterampilan |
Sikap |
|
Lembar kerja yang diberikan berisi analisis struktur dan unsur kebahasaan. Soal pilihan ganda melalui fitur Bank Soal Portal Rumah Belajar yang berisi materi struktur dan aspek kebahasaan teks prosedur |
Menyusun laporan teks prosedur dalam bentuk lembar kerja dengan memperhatikan kesesuaian data, struktur, dan unsur kebahasaan. Menyajikan teks prosedur secara tertulis atau lisan. |
Menunjukkan sikap displin & tepat waktu dalam mengisi kehadiran dan mengumpulakan tugas, aktif, santun dan penuh percaya diri |
Langsa, 24 September 2020
Mengetahui Guru Bahasa Inggris
Kepala SMP Negeri 6 Langsa
Boarding School
MUSA, S.Ag,M.Ag AFNIDAR,S.Pd
NIP. 19680818 200604 1 005 NIP. 19831023 201003 2 001
Semoga tulisan ini bermanfaat, sebagai salah satu alternatif model inovasi pembelajaran yang dapat diterapkan dalam masa pandemi covid-19 sekarang ini.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar