Selasa, 20 Oktober 2020

MEMBANGUN KOMUNIKASI YANG EFEKTIF DALAM TIM

Dalam kehidupan sehari-hari komunikasi merupakan aktivitas yang dilakukan oleh semua orang. Sebagai contoh proses belajar mengajar merupakan komunikasi antara seorang guru dan siswanya. Diperlukan penyampaian pesan yang efektif dengan tujuan pesan yang berupa materi tertentu dapat diterima dengan baik oleh peserta didik.

Dalam buku Human Communication, Pearson menyatakan bahwa komunikasi berasal dari kata communicare yang memiliki arti untuk membuat kesamaan atau untuk berbagi. Komunikasi berasal dari bahasa Latin Communicatus yang berarti berbagi atau menjadi milik bersama. Mengacu pada KBBI komunikasi dapat diartikan upaya yang bertujuan untuk mencapai kebersamaan.

Dalam berhubungan dengan orang lain, komunikasi dilakukan dengan tujuan untuk menyampaikan suatu pesan, informasi, ide atau gagasan yang ingin diutarakan kepada orang lain. Dapat dikatakan bahwa komunikasi adalah suatu proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan dengan maksud tercapainya kesamaan makna. Pesan yang disampaikan oleh komunikator dapat berupa bahasa baik bahasa verbal maupun non verbal.

Terdapat 5 (lima) komponen utama dalam komunikasi dua arah yaitu komunikator, pesan, channel (saluran/media komunikasi), komunikan, dan feedback. Jika hanya komunikator dan pesan saja tanpa adanya feedback dari komunikan, komunikasi hanya berjalan satu arah.


 

1. Komunikator (communicator, source, sender). Komunikator merupakan sumber dan pengirim pesan, dalam hal pendidik. Kredibilitas komunikator yang membuat komunikan percaya terhadap isi pesan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan komunikasi. 

 

2. Pesan (message). Pesan harus memiliki daya tarik tersendiri, sesuai dengan kebutuhan penerima pesan, adanya kesamaan pengalaman tentang pesan, dan ada peran pesan dalam memenuhi kebutuhan penerima. 

 

3. Media (channel, media). Sistem penyampaian berkaitan dengan metode dan media. Metode dan media yang digunakan dalam proses komunikasi harus disesuaikan dengan kondisi atau karakterisitik penerima pesan. (IGAK Wardani : 2005) 

 

4. Komunikan/penerima pesan (communicant, communicate, receiver, recipient).Agar komunikasi berjalan lancar, komunikan harus mampu menafsirkan pesan, sadar bahwa pesan sesuai dengan kebutuhannya, dan harus ada perhatian terhadap pesan yang diterima

5. Efek (effect, impact, influence). Terjadinya efek dalam suatu proses komunikasi dalam pembelajaran sangat tergantung dari fasilitator dalam penyampaian materi serta kebutuhan peserta dalam materi yang disampaikan.

                                                                                                    



Bagaimana saya membangun komunikasi yang efektif dalam tim, terkait produk inovasi pembelajaran yang akan didiseminasikan kepada pimpinan birokrat dinas pendidikan dan pemangku kepentingan lainnya?

Disini saya dibantu oleh tim yaitu guru-guru yang ada di SMP Negeri 6 Langsa bersama dengan Kepala sekolah. Di dalam tim,  kami membuat perencanaan apa yang akan kami lakukan. Kami berdiskusi, bertukar saran, dan mengemukan ide-ide dan pendapat-pendapat. 

 


 

Langkah pertama yang perlu dilakukan dengan anggota Tim yaitu bisa bekerja sama dengan baik adalah mulai mengembangkan hubungan baik dengan mereka terlebih dahulu, dengan berinteraksi selama jam istirahat, berdiskusi tentang topik informal, dan bersikap ramah. Selanjutnya dengan membuat sebuah forum terbuka yang memungkinkan anggota tim bisa mendiskusikan masalah dan ide yang dimiliki.

Jika ada ide yang mereka sampaikan bagus dan bisa berjalan, saya mulai mendiskusikan  bagaimana ide tersebut bisa diterapkan di dalam tim.

Namun, jika ada saran atau ide tersebut tidak bisa diterapkan, saya menjelaskan kepada mereka dengan cara bijak dan santun.

Dengan memperhatikan saran atau ide yang disampaikan dan tidak mengabaikannya, maka hal ini akan mendorong anggota tim yang lain untuk berbicara tentang ide yang berbeda.

Hal ini tentu saja akan meningkatkan produktivitas tim dan mendorong komunikasi dalam tim.

Salah satu hal penting yang perlu dilakukan dalam komunikasi yang efektif adalah kemampuan saya untuk menyampaikan ide dengan jelas dan ringkas. Jika saya tidak bisa melakukan hal tersebut, maka akan sangat besar kemungkinan terjadinya kesalahpahaman.

Selain berkomunikasi dalam sebuah kelompok, penting juga untuk bisa terhubung secara individu dengan setiap anggota tim. saya bisa melakukan hal ini dengan cara mengatur pertemuan dengan setiap anggota tim yang ada.

Hal seperti ini sangat bermanfaat dan menjelaskan kepada anggota tim bahwa setiap anggota tim bisa didekati kapan pun mereka membutuhkan. Cara tersebut juga bermanfaat agar mereka lebih percaya diri selama berinteraksi dengan tim.

Dalam berhubungan dengan anggota tim, maka sangat penting untuk bisa memberikan umpan balik kepada mereka dalam komunikasi.Tanpa adanya umpan balik, anggota tim akan berjalan tanpa arah dan tidak tahu dengan kinerja yang telah mereka lakukan.

Saat anggota tim memilik kinerja yang baik, maka saya harus memberi tahu dan memberi aplause mereka. 


 

 

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar